Review Film Star Wars: The Rise of Skywalker

2 tahun lalu, by digitek

Star Wars: The Rise of Skywalker

90% fans film pasti kecewa dengan kenyataan ini! Apa yang selama ini mereka tunggu-tunggu ternyata nggak semanis ekspektasi. Apa benar review film Star Wars The Rise of Skywalker ini sebegitu buruk?

Jujur aja nih, siapa yang suka banget nonton dan update film-film baru? Nggak peduli penuhnya bioskop atau mahalnya tiket saat itu, yang penting rasa penasaran tentang film baru bisa kamu dapatkan. Bener nggak sih?

Tapi apa jadinya kalau ekspektasi dan harapan itu ternyata meleset jauh? Dari trailer yang kamu tonton sampai nggak bisa tidur, ternyata saat menyaksikan film utuhnya mengecewakan. Itulah yang dialami beberapa viewers dan reviewers setelah melihat Star Wars The Rise of Skywalker!

Terus apa yang menyebabkan film ini dapatkan rating dan review yang nggak memuaskan dan justru mengecewakan? Jangan salah paham dulu ya. Ikuti penjelasannya selengkapnya biar nggak salah tangkap ya.

Fakta Star Wars: The Rise of Skywalker

Kontroversi Star Wars The Rise of Skywalker

Star Wars The Rise of Skywalker source Warta Ekonomi

Lain tahun, lain juga series Star Wars yang bikin heboh para nitizen dan kritik yang memicu perang online. Kita semua pecinta film pasti bakal terbakar hidup-hidup karena panasnya api perselisihan ini.

Tahun ini jadi kebalikan 2 tahun lalu saat era Star Wars The Last Jedi. Saat itu, kebanyakan pengkritik menilai kalau seri Star Wars ini adalah seri yang keren dan recommended untuk ditonton semua kalangan. Di sisi lain, fans kecewa berat dan memberi penilaian jelek terhadap seri The Last Jedi.

Justru di tahun 2020 ini, fakta mengejutkan justru kembali terjadi. Serie terbaru Star Wars, yaitu The Rise of Skywalker dianggap sebagai seri terburuk oleh para pengkritik. Sebaliknya, fans justru menikmati dan memberikan rating serta reviews yang bagus! Bahkan mereka juga berpikir kalau The Rise of Skywalker ini menambal kekurangan yang ada di seri The Last Jedi!

Statistik Perbandingan Rate Series Star Wars

Biar makin jelas nih, coba deh lihat statistik reviews dari series Star Wars:

  1. The Last Jedi: rate reviewers / kritik 91%, rate fans 43%
  2. Revenge of the Sith: rate reviewers / kritik 80%, rate fans 66%
  3. Attack of the Clones: rate reviewers / kritik 65%, rate fans 56%
  4. Solo: rate reviewers / kritik 70%, rate fans 63%
  5. The Force Awakens: rate reviewers / kritik 93%, rate fans 86%
  6. A New Hope: rate reviewers / kritik 93%, rate fans 96%
  7. The Empire Strikes Back: rate reviewers / kritik 93%, rate fans 96%
  8. Rogue One: rate reviewers / kritik 83%, rate fans 86%
  9. The Phantom Menace: rate reviewers / kritik 59%, rate fans 56%
  10. Return of the Jedi: rate reviewers / kritik 82%, rate fans 94%
  11. Rise of Skywalker: rate reviewers / kritik 55%, rate fans 86%

Terbukti sendiri kan sekarang kalau cuman ada 2 serie dimana ada perbedaan yang mencolok banget dari penilaian reviewers / kritik dan fans. Pertama, The Last Jedi dengan selisih 48%. Sekarang muncul lagi The Rise of Skywalker dengan selisih 31%.

Selain itu, kita juga punya 1 fakta yang harus kamu perhatikan benar-benar! Fans kebanyakan lebih keras dan tajam serta kritis terhadap serie Star Wars! Hal ini bisa kamu lihat waktu lihat reviews tentang seri Solo dan The Force Awakens.

Fans VS Critics Star Wars

Review Rating The Rise of Skywalker

Rating The Rise of Skywalker source Forbes

Kalau kita lihat fakta juga, ada 1 serie Star Wars dimana rate dari Fans hampir sama persi kayak rate dari Critics. Yaitu serie dengan judul The Mandalorian dimana hanya selisih 1% aja, yaitu 93% vs 94%.

So, sebenarnya apa sih yang terjadi di Star Wars The Rise of Skywalker dan The Last Jedi ini?

Menurut asumsi kita sih, critics atau pihak reviews itu terlalu overreact ke serie Star Wars The Rise of Skywalker ini. Sama halnya dengan dulu waktu fans terlalu over-react di serie The Last Jedi kan?

Julukan Star Wars The Rise of Skywalker sebagai serie Star Wars terburuk dan masuk dalam Rotten Tomatoes dengan rating yang anjlok menurut kita sih agak ‘berlebihan’. Apa serie lain kayak Phantom Menace dan Attack of the Clones jauh lebih baik dari The Rise of Skywalker? Nggak kan?

Penilaian ini juga terjadi di The Last Jedi dimana para haters juga mengatakan kalau ini adalah serie terburuk dalam sejarah Star Wars. Bahkan selisih rating nya juga jauh banget jika dibandingkan dengan Attack of the Clones, yaitu 13%.

Alasan Dibalik Review Star Wars: The Rise of Skywalker

The Rise of Skywalker vs The Last Jedi

The Rise of Skywalker vs The Last Jedi source Flickering Myth

So, untuk menyimpulkan semua masalah ini, ada beberapa point penting yang harus kamu perhatikan. Fans benar-benar nggak enjoy serie The Last Jedi karena adanya jalan cerita tradisional yang kembali diangkat dan merubahnya. Contoh, nggak ada penjelasan khusus tentang asal-usul Snoke dan Rey, serta mengubah seorang Luke yang dulunya hero yang bersinar kemudian jadi korban.

Tapi inilah yang justru dinikmati para pengkritik karena cerita baru dan merombak tatanan lama bikin udara segar di serie Star Wars.

Sekarang, The Rise of Skywalker justru mengatakan sebaliknya! Perjuangan dan kegigihan Johnson dalam The Last Jedi benar-benar dirubah. Bahkan, apa yang ia katakan di serie The Last Jedi sekarang dijawab sebagai suatu perkataan yang nggak penting sama sekali!

Bahkan bisa dikatakan kalau The Rise of Skywalker ini adalah serie tulis ulang dari serie sebelumnya, yaitu The Last Jedi. Pemikiran Abraham inilah yang bikin karakter kayak Rose merasa ‘terbuang’ serta kritik pedas juga diluncurkannya tentang adegan Luke membuang Lightsaber dan Manuver Holdo.

Pendapat Fans

Tapi dari sisi yang lain, kita punya fakta yang beda banget. Fans benar-benar suka jalan cerita The Rise of Skywalker ini karena adanya beberapa alasan penting. Pertama, mereka mendapatkan apa yang mereka pertanyakan selama ini di seri The Last Jedi. Kedua, Abraham terasa mempersembahkan serie ini sebagai obat rindu fans!

Serie Star Wars The Rise of Skywalker ini nggak peduli sama sekali saat mereka harus menghapus urutan di serie sebelumnya. Abraham juga bersikeras untuk mempersatukan serpihan-serpihan cerita yang ada dalam semua serie, membuatnya tergabung dalam satu kesatuan utuh! Akhirnya, Abraham berhasil membuat ending kayak yang terjadi di Return of the Jedi. Bisa dikatakan cerita ini benar-benar fantastis dan membuat ending yang keren dalam serie saga ini.

Kesimpulannya gampang ditebak kan? Yaps, kedua series ini sebenarnya bagus dan bisa bikin kagum. Asalkan, kamu menganalisa dan menikmatinya dengan sudut pandang yang berbeda ya. Nggak bisa deh kalau kamu cuman memandang hanya sepihak aja.

Kesimpulan

Kita nggak bakal pernah tau apa yang terjadi di serie Star Wars selanjutnya. Dengan kejadian ini, pasti deh Disney udah belajar hal penting dalam dunia fans serta critics. Pertama, mereka harus mempercayakan 1 orang aja untuk mengurus semua jalan cerita, bukan direktur yang berbeda.

Kedua, cerita apapun pasti butuh trilogy, tapi nggak semua serie harus ada trilogy. Jalan cerita yang dibikin jangan sampai terkesan dibuat-buat. Harus apa adanya dan mengalir. Contoh: Serie Force Awakens dan The Rise of Skywalker harus dibuat series sendiri tanpa menghancurkan halan cerita dari The Last Jedi.

Oke deh, mungkin itu aja ya bahasan kita tentang review Star Wars The Rise of Skywalker kali ini. Buat kamu yang masih bingung tentang review ini, kita sarankan buat nonton film nya dulu, terus isi komen di bawah ini ya tentang apa yang kamu dapatkan dari serie The Rise of Skywalker.

Jika belum nonton filmnya, terus baca review kita ini, kita takut adanya salah paham. So, stay positive dan tonton dulu ya.

Baca juga: 6 Rekomendasi Anime Action Terbaik 2020

Kita juga bakal review lagi tentang jalan cerita serie Star Wars dan masih banyak film lainnya. Bahkan, kita bakal update info tiap hari tentang perkembangan dunia Digital dan Teknologi. So, jangan sampai ketinggalan update terbaru kita ya.

Pastikan subscribe email newsletter kita biar bisa dapat info terbaru tiap hari saat kita upload konten!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *