Film Star Wars Terbaik, Ranking Terendah Hingga Tertinggi

By Digitek

Waralaba Star Wars secara konsisten menghasilkan angsuran film baru sejak 1977. Berikut film Star Wars terbaik, ranking terendah hingga tertinggi versi rottentomatoes.

Mengikuti awal yang sederhana, film Star Wars telah meraup lebih dari $10 miliar, dan dengan total pendapatan sekitar $70 miliar hingga 2021. Ia adalah salah satu brand entertainment paling menguntungkan yang pernah ada.

Film Starwars Terbaik, Ranking Terendah Hingga Tertinggi

12. Star Wars: The Clone Wars (2008)

Film Starwars Terbaik, Ranking Terendah Hingga Tertinggi

via Disney Hostar

Clone Wars mengambil setelah peristiwa Attack of the Clones dan mencoba untuk membuat sesuatu yang layak dari periode setelah Obi-Wan menemukan tentara klon.

Animasi 3D berdurasi 98 menit ini berfungsi sebagai pembuka layar lebar untuk pemutaran perdana acara TV dengan nama yang sama dua bulan kemudian.

Popularitas dan umur panjang dari serial berusia puluhan tahun ini menarik bagi penonton dari segala usia, menyatukan keluarga dan generasi dalam fandom yang penuh gairah.

The Clone Wars menarik penonton yang lebih muda, dan ini adalah satu-satunya film Star Wars teatrikal yang tidak menerima nominasi Academy Award tunggal.

11. Star Wars: The Rise Of Skywalker (2019)

Lucas Film dan Disney berhasil menyajikan visual yang impresif dari film ini mulai dari laga perang galaksi, duel lightsaber hingga mahluk luar angkasa.

J.J Abrams seakan menjadikan film kedua setelah The Force Awaken ini hadiah untuk mengobati rasa kekecewaan film sebelumnya.

Adegan dan elemen yang ada didalamnya terasasa seperti fan service. Konflik antara dua karakter utama film cukup menarik.

The Rise of Skywalker berhasil menunjukkan hubungan yang erat dan menyentuh. Keepikan film makin lengkap dengan hadirnya Darth Sidious alias Emperor Palpatine.

Secara keseluruhan, film cukup menghibur. Memang ada kekurangan teknis yang membuatnya terasa lebih inferior dibanding The Last Jedi. Tapi, kekurangan itu ditutupi dengan fan service yang memuaskan.

10. Star Wars: Episode I – The Phantom Menace (1999)

Jika seseorang belum pernah menonton Star Wars dan memutuskan untuk memulai (secara kronologis) dari yang pertama, mereka akan keluar dari streaming setelah setengah jam.

Sebenarnya, prekuel pertama Lucas secara ambisius disusun untuk menggambarkan kekalahan Ordo Jedi kuno, yang terkait erat dengan korupsi Darth Vader.

Sebaliknya, dia diperkenalkan sebagai anak kecil yang tahu segalanya. Seperti yang diketahui semua penggemar, seorang Jedi harus membersihkan emosinya, terutama kemarahan dan ketakutan. Anakin

Skywalker muda adalah anak yang pemarah. Namun, sebagian besar film berfokus pada Qui-Gon Jinn, Padme Amidala, dan Obi-Wan Kenobi, aktor bagus yang tertatih-tatih oleh dialog yang tak terucapkan.

9. Star Wars: Episode II – Attack Of The Clones (2002)

Tidak banyak peningkatan untuk second stab dalam trilogi prekuel, Attack of the Clones, yang dirilis pada tahun 2002.

Banyak penggemar mengeluh tentang kurangnya fokus dalam plot, hingga tidak memiliki alur cerita yang jelas. Berlangsung satu dekade setelah The Phantom Menace, Episode II memperkenalkan Hayden Christensen sebagai Anakin Skywalker yang muda tapi lebih dewasa.

Beberapa penonton mengatakan dia gagal sebagai karakter. dia jatuh datar sebagai karakter. Berbicara tentang Anakin, percakapan antara dia dan kekasihnya yang sekarang menjadi kekasih Padme/Ratu Amidala sungguh memalukan.

Star Wars mungkin belum tentu dikenal karena dialognya yang luar biasa, tetapi ia bisa melakukan jauh lebih baik dari ini. Sisi baiknya, ia memiliki beberapa quote Yoda terbaik.

8. Solo: A Star Wars Story (2018)

Film Star Wars terbaik lainnya adalah Solo: A Star Wars Story. Proyek spin-off pembajak luar angkasa ini diumumkan sekitar tahun 2016, fans begitu hectic menyambutnya. Pasalnya, di atas kertas film yang mengisahkan masa muda Han Solo ini terlihat begitu menjanjikan.

Tapi, beberapa juga ada yang skeptis. Mengingat apa yang akan diangkat dalam film karena hampir sebagian besar kisah hidup Solo sudah dikisahkan meski tidak detail di trilogi originalnya. Meski begitu, juga penasaran mengetahui kehidupan solo dan Chewie sebelum mereka bertemu.

Setelah menyaksikan semua filmnya, bisa dikatakan banyak penonton menyesal. Secara performa memang tidak ada yang signifikan.

Yang menjadi masalah adalah Disney dan Lucas film tidak memaksimalkan alasan mereka untuk melogikkan perilisan film. Sebenarnya film tidak benar-benar butuh untuk dirilis. Koneksi dengan film Star Wars lainnya pun minim.

Secara keseluruhan, film yang disuradarai Ron Howard ini tidak lebih hanya ingin meraup pundi-pundi keuntungan saja. Tapi secara kepentingan, film tidak punya bobot yang signifikan.

7. Star Wars: Episode III – Revenge Of The Sith (2005)

Star Wars : Episode III – Revenge of The Sith bisa dikatakan film yang paling baik diantara trilogi prekuel francise. Baik dari segi naskah hingga penampilan, semuanya terlihat jauh lebih matang.

Luca sukses menampilkan kisah kejatuhan Anakin dari Light Side atau Jedi Knight menjadi Dark Side atau Sith Lord.

Cerita rusaknya muka Palpatine atau Darth Sidious dan transisi dari pemerintahan Republik menjadi Kekaisaran ditampilkan dengan baik.

Ada juga adegan terkeren di film ini yakni percakapan intens antara Anakin dan Palpatine mengenai Dark Plagueis di ruang teater.

Revenge of the Sith juga menjadi perjalanan hebat yang dilakukan George Lucas sengan timnya. Setelah menyelesaikan trilogi original pada 1977, Lucas mengakhiri petualangannya dengan cukup baik di film ini.

Film juga mendapat respon cukup baik, salah satunya karena mendapatkan peningkatan kualitas dari dua film pertamanya. Di episode ketiga ini, backsound, hingga efek visual sinematografi yang mumpuni.

6. Star Wars: Episode Vi – Return Of The Jedi (1983)

Star Wars: Return of The Jedi merupakan sekuel dari film Star Wars yang dianggap terbaik sepanjang masa dan sukses mengimbangi pendahulunya.

Bahkan The Last Jedi disebut-sebut sebagai penutup trilogi terbaik di dalam sejarah film Hollywood. Semuanya dikisahkan begitu sempurna, mulai dari keberhasilan pasukan Rebel Alliance memukul mundur kekaisaran.

Hingga Luke yang akhirnya menyadarkan sang ayah yang membuat Vader sukses memenuhi ramalan sebagai The One.

5. Rogue One: A Star Wars Story (2016)

Beberapa fans menyukai Rogue One : Star Wars Story (2016) dan beberapa tidak. Tapi yang pasti Prekuel A New Hope ini adalah film spin-off yang lebih punya bobot kepentingan dibanding Solo: A Star Wars Story.

Alasannya karena film mengisahkan kesuksesan tim Rogue One saat mencuri bagan Death Star pertama. Itu menjadi modal Luke dan pasukan Rebel Alliance dalam menghancurkan stasiun luar angkasa kekaisaran tersebut di seri pertamanya.

Penampilan aktor dan karakter di Rogue One : A Star Wars Story juga sangat menyenangkan untuk ditonton. Ada juga adegan dari Darth Vader di klimaksnya yang membuat kita menahan nafas sesaat ketika menyaksikannya.

4. Star Wars: The Last Jedi (2017)

Saat sekuel Star Wars Episode VII : The Force Awakens ini dirilis, sejumlah fans mungkin langsung menyukainya. Fans terpukau dengan cara Rian Johnson menangani filmnya ini.

Tapi setelah ditonton ulang, beberapa dari mereka sadar bahwa respon awal tersebut mungkin dipengaruhi oleh sihir Darth Sidious.

Dalam hal visual, film memang tidak amsalah. Apalagi Johnsjon memang cukup ahli menggarap genre sci-fi.

Entah mengapa ada sesuatu yang terasa sedikit off, berbeda dengan JJ Abrams saat mengarahkan Force Awakens.

Battle final antara Luke dan Kylo Ren tidak begitu terasa se-anti klimatik saat pertarungan pertama Luke dan Darth Vader di Star Wars Episode V: The Empire Strikes Back.

Yang paling mengesalkan di film ini adalah peran Luke sebagai mentor Rey yang minim, seharusnya hal itu tidak boleh terjadi.

3. Star Wars: Episode IV – A New Hope (1977)

Salah satu alasan mengapa Star Wars : Episode IV – A New Hope ini merupakan salah satu film Star Wars terbaik adalah karena jalan ceritanya yang simple dan to the point.

Penonton yang awam tentang franchise atau yang baru menyaksikan, akan langsung paham dengan kisah yang disajikan.

Pertempuran final saat Luke berhasil menumbangkan Death Star pertama, sukses mengubah seluruh tatanan genre sci-fi dan industri film Hollywood secara keseluruhan.

2. Star Wars: The Force Awakens (2015)

Saat Lucas Film dan Disney mengumumkan film Star Wars pertama mereka yang sekaligus menjadi episode pembuka trilogi, banyak fanboy merasa aneh.

Mengingat 6 episode dan semuanya bisa dibilang kisah saga yang sudah begitu pas, rasanya aneh jika harus dilanjutkan.

Untungnya, sang sutradara yakni J.J Abram, berhasil mematahkan keparanoidan tersebut dengan menghadirkan film Star Wars yang fresh. Tetapi juga menghormati 6 film originalnya.

Abrams sukses membuat fanboy baru dan veteran tertarik kembali untuk berpetualang bersama warga galaksi yang jauh di sana.

1. Star Wars: Episode V – The Empire Strikes Back (1980)

Saat dirilis pada tahun 1980 ke bioskop, fans terpesona ketika Sith lord Darth Vader memberi tahu Jedi Luke Skywalker bahwa, “Saya ayahmu!”

Fans terpesona, dan bahkan pendatang baru yang mulai menonton Trilogi original tercengang saat mengetahuinya.

The Empire Strikes Back mencapai kesuksesannya, sebagian karena penulisan skenario yang lebih baik. Sebagian lagi karena desakan sutradara Irvin Kershner untuk menggali lebih dalam karakter dan lebih emosional.

Hampir setiap sequence adalah tur de force, sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya di layar. Mulai dari Han yang memasukkan Luke ke dalam binatang seperti unta untuk mencegahnya mati kedinginan hingga pertempuran dengan Imperial Walkers.

Film dimulai dengan usaha Kekaisaran menyisir seluruh galaksi untuk mencari tempat persembunyian Rebel Alliance dengan menyebar Drone Probe.

Luke Skywalker sempat dilatih sebentar oleh Obi Wan Kenobi di film sebelumnya, A New Hope untuk berpatroli di Planet Es Hoth. Di sana, ia diserang oleh sesuatu dan banyak hal terjadi hingga Kekaisaran mengatakan bahwa Planet tersebut adalah markas Rebel Alliance.

Film diakhiri dengan plot twist tentang jati diri sebenarnya Dart Vader, siapa Luke Skywalker dan keberadaan Harapan Lain.

Serta kejadian yang menimpa salah satu protagonis dan pulukan telak dari Rebel Alliance serta tokoh utama membuat harapan yang seolah muncul di film sebelumnya seolah tidak ada artinya.

Hal tersebut menjadikanya sebagai salah satu film sci-fi yang legends dan referensi pop culture yang terkenal bahkan tidak bisa disaingi oleh seri Star Wars berikutnya.

Penutup

Apakah kamu setuju dengan film Star Wars terbaik, raking terendah hingga tertinggi di atas? Film mana yang menjadi favoritmu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *